Cirebon, 23 Oktober 2025 – Asli sih, kemarin tuh Buntet Pesantren lagi rame banget! Gimana enggak, Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alumni Buntet digelar meriah banget dalam rangka menyongsong 3 abad atau 300 tahun Buntet Pesantren. Bayangin, 3 abad loh guys! Epic banget kan?
Yang bikin makin hype, acara puncak yang digelar Kamis malam (23/10/2025) di Lapangan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren ini didatangi langsung sama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka! Yup, Wapres kita yang paling muda itu hadir langsung di Buntet Pesantren. Selain Gibran, hadir juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, plus Wakil Gubernur Jawa Barat. Komplit banget deh petingginya!
Sebelum menghadiri acara puncak, Wapres Gibran juga sempat ziarah ke makam KH Abbas Abdul Jamil atau KH Abbas Buntet, ulama besar yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Respect banget!

Spirit 3 Abad: Asa, Cita, dan Komitmen untuk Negeri
Di tengah semarak Hari Santri Nasional, suasana Buntet Pesantren makin glowing. Menurut Ketua Pelaksana, Kiai Moh. Luthfi Yusuf NZ, MA., Silatnas ini punya tema yang keren abis: “Merajut Asa Menggapai Cita untuk Negeri dan Bangsa.” Jadi, gaes, acara ini mengajak semua alumni buat ngasih support ide dan energi buat almamater tercinta yang sebentar lagi genap 300 tahun! Katanya, ini momentum buat takzim (hormat) ke guru dan pasti, buat ngalap berkah para dzurriyah.


Kabar Gembira dari Wapres: Ditjen Pesantren Terbentuk!
Nah, yang paling bikin haru dan bahagia nih, Gibran bawa kabar super gembira dari Presiden Prabowo! Beliau mengumumkan bahwa Presiden sudah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama. Ini kado istimewa banget buat dunia pesantren!
“Ini sebenarnya ada kabar gembira sekaligus kado istimewa dari Bapak Presiden. Jadi, Bapak Presiden sudah memberikan persetujuan untuk pembentukan Ditjen Pesantren di Kementerian Agama,” kata Gibran di hadapan ribuan santri dan alumni.
Pembentukan Ditjen Pesantren ini bukan sekadar langkah administratif loh, tapi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia. Ditjen ini akan memperkuat peran pesantren dalam tiga bidang utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya pula, Wapres Gibran mengapresiasi peran Buntet Pesantren dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia sekaligus berprestasi. “300 tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah bukti kiprah Buntet yang besar dalam membangun fondasi bangsa,” ujar Gibran.
Gibran juga berpesan agar alumni Buntet terus menjaga silaturahmi dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa di bidang masing-masing.
Santri Harus Melek Teknologi!
Yang keren lagi, Gibran juga kasih pesan penting buat para santri. Beliau mendorong pesantren untuk lebih terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita memiliki aset yang sangat penting, yaitu anak-anak muda, para santri. Santri adalah penggerak kemajuan bangsa,” ujar Gibran penuh semangat.
Wapres berharap generasi santri ke depan enggak cuma fasih dalam ilmu agama, tapi juga unggul dalam bidang teknologi strategis. “Kita ingin ke depan lebih banyak lagi santri yang ahli AI, santri yang ahli blockchain, santri yang ahli data analitik, santri yang ahli bioteknologi, robotik, cybersecurity,” tambahnya.
Keren kan? Jadi santri zaman now harus upgrade skill teknologi juga nih!


Rangkaian Acara Super Lengkap!
Gak cuma seremonial aja nih, Silatnas kali ini dikemas super complete dengan rangkaian acara yang berlangsung sejak 16 Oktober 2025! Panitia yang dipimpin KH M Lutfi NZ bener-bener all out bikin acara ini berkesan.
Forum Guru Besar Alumni Buntet Pesantren – Pada pagi hari tanggal 23 Oktober 2025, para akademisi alumni Buntet berkumpul di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai pukul 07.00 WIB. Forum ini jadi wadah silaturahmi dan menghasilkan Lima Rekomendasi (Panca Pastrava) yang langsung diserahkan ke Wapres Gibran. Rekomendasi tersebut meliputi: pendirian Universitas Buntet Pesantren, penguatan teknologi pembelajaran pesantren, penguatan kemandirian pesantren, pemenuhan Makan Bergizi Gratis di pesantren, dan penguatan akses peningkatan mutu mobilitas santri.
Expo Buku & Bazar – Digelar di Graha Mbah Muqayyim sejak 16 Oktober, expo ini menghadirkan puluhan penerbit lokal dan nasional dengan berbagai jenis buku dari pelajaran, sejarah, novel, hingga komik. Para santri antusias banget menjelajahi stan-stan buku dengan harga spesial.
Seminar Kaligrafi Nasional – Buat yang suka seni kaligrafi Arab, acara ini wajib banget diikutin! Seminar dengan tema “Kaligrafi Islam: Sintesis Estetika dan Dakwah” digelar pada 18 Oktober 2025. Para maestro kaligrafi nasional dan internasional datang langsung berbagi ilmu. Karyanya keren-keren abis! Acara ini diinisiasi Qur’an Center Buntet Pesantren.
Sima’an dan Tadarus Al-Qur’an – Penguatan spiritual dilakukan melalui kegiatan Sima’an dan Tadarus Al-Qur’an bersama para penghafal Al-Qur’an yang tergabung dalam Qur’an Center. Kegiatan ini digelar di Perpustakaan Mbah Din pada 18 Oktober 2025 pagi. Suasananya khusyuk banget!
Olimpiade Santri – Kompetisi akademik antar santri ini berlangsung pada 19 Oktober 2025 untuk mengasah kemampuan dan menumbuhkan sportivitas.
Bedah Buku “Buntet Pesantren: 3 Abad Merawat Tradisi” – Acara yang diinisiasi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren ini digelar pada 19 Oktober 2025, membahas perjalanan panjang Buntet Pesantren selama hampir tiga abad.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Ini yang paling bermanfaat sih! Semua santri bisa cek kesehatan gratis. Mulai dari cek gigi, mata, tekanan darah, sampe konsultasi dokter. Peduli kesehatan santri banget kan?
Pembagian Bingkisan dari Sponsor – Siapa yang gak suka bingkisan gratisan? Para santri pada happy banget dapet bingkisan dari berbagai sponsor. Isinya lengkap, ada perlengkapan sekolah, makanan, sampe merchandise Buntet Pesantren.
Pertunjukan Wayang Kulit – Nah, ini dia seni tradisional yang gak boleh dilupain! Pertunjukan wayang kulit oleh dalang kondang bikin suasana makin sakral dan penuh makna. Ceritanya tentang perjuangan dan nilai-nilai luhur pesantren.
Rampak Genjring Santri – Ini sih yang paling pecah! Para santri Buntet nampilin Rampak Genjring yang energik banget. Suara genjring yang khas, gerakan kompak, bikin semua yang nonton ikutan joget. Khas budaya Cirebon banget deh!
Pameran Foto Buntet Pesantren – Dokumentasi perjalanan panjang Buntet Pesantren selama hampir tiga abad dipamerkan dalam bentuk foto-foto bersejarah. Nostalgia level maksimal!

Momen Bersejarah 3 Abad Buntet Pesantren
Silatnas kali ini bukan acara biasa. Ini adalah momen bersejarah karena Buntet Pesantren sebentar lagi akan merayakan usia ke-300 tahun di tahun 2050 mendatang. Tiga abad berdiri tegak menjaga tradisi keilmuan Islam di tanah Cirebon!
Pesantren Buntet didirikan pada tahun 1750 oleh Mbah Muqoyyim yang merupakan tokoh Mufti dari Keraton Kanoman Cirebon. Beliau mendirikan pesantren ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap keberpihakan keraton kepada kolonial Belanda. Setelah keluar dari keraton, Mbah Muqoyyim memilih untuk mendirikan pesantren sebagai wadah menyebarkan agama Islam dan mendidik para santri.
Dalam peringatan 1 Abad NU yang digelar di TMII Jakarta pada 31 Januari 2023, Pesantren Buntet Cirebon telah dianugerahi sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia, berada di urutan ke-6 dari 56 pesantren yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia.
Perjalanan Buntet Pesantren penuh dengan perjuangan heroik. Belanda beberapa kali menyerang dan menghancurkan pesantren yang didirikan Mbah Muqoyyim, namun beliau terus bangkit dan membangun kembali pesantren di lokasi yang berbeda. Akhirnya, pesantren ini dibangun ulang di Blok Manis, Depok Pesantren, Desa Mertapada Kulon, yang menjadi lokasi Buntet Pesantren hingga sekarang.
Saat ini, Buntet Pesantren memiliki sekitar 6.000 santri yang tersebar di 65 pondok yang bernaung di bawah Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon. Para santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Ciayumajakuning, Jabodetabek, Jawa Tengah, hingga daerah lainnya.
Buntet Pesantren menerapkan dua sistem pembelajaran sekaligus: sistem tradisional khas pesantren melalui pengajian kitab kuning, dan sistem pendidikan modern melalui sekolah formal dari Madrasah Ibtidaiyah hingga perguruan tinggi.
Para alumni yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, pada nostalgia berat. Mereka ketemu lagi sama temen-temen seperjuangan masa nyantri dulu. Cerita-cerita lucu masa mondok pada keluar semua. Ada yang sampe nangis haru, ada yang pelukan sambil ketawa-ketawa.
Acara puncaknya yang meriah banget itu jadi bukti nyata bahwa Buntet Pesantren adalah rumah bagi semua. Para santri (termasuk kita!) yang ngelihat para alumni sukses dari berbagai profesi, jadi makin termotivasi.



