Kurikulum

MANU Putri Buntet Pesantren

Kurikulum di MANU Putri Buntet Pesantren adalah perpaduan trilogi kurikulum yang unik, dirancang untuk menghasilkan siswi yang unggul secara akademik, mendalam dalam pemahaman keagamaan dan karakter, serta siap menghadapi tantangan global.

Perpaduan Kurikulum Merdeka, Deep Learning, dan Kurikulum Berbasis Cinta

MANU Putri Buntet Pesantren mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai kerangka dasar pembelajaran nasional. Kurikulum ini memberikan fleksibilitas kepada siswi untuk mendalami materi sesuai minat dan potensi mereka (student-centered learning), mendorong proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin, serta menumbuhkan jiwa kreatif dan kemandirian. Hal ini selaras dengan semangat pendidikan pesantren yang selalu mendorong kemandirian berpikir.

Integrasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)

Kurikulum Merdeka diperkuat dengan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Deep Learning bukan hanya tentang menghafal informasi, melainkan memfokuskan proses belajar pada tiga elemen inti:

  1. Mindful (Berkesadaran): Siswi terlibat penuh dalam pembelajaran.

  2. Meaningful (Bermakna): Materi yang dipelajari relevan dengan kehidupan nyata dan konteks masa depan mereka.

  3. Durable (Bertahan Lama): Pengetahuan dan keterampilan yang didapat kuat dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi.

Pendekatan ini memastikan bahwa siswi tidak hanya mencapai nilai tinggi, tetapi juga memahami konsep secara menyeluruh (holistik), mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan nilai-nilai Islam dan realitas, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan kolaborasi (Olah Pikir, Olah Hati, Olah Rasa).

Landasan Kurikulum Berbasis Cinta

Trilogi kurikulum ini dikunci dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menjadi ruh filosofis dalam proses pendidikan di MANU Putri. KBC menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, kasih sayang, toleransi, dan rasa hormat sebagai prinsip dasar dalam setiap interaksi dan penyampaian materi. KBC bertujuan untuk:

  • Menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman, di mana guru dan siswi memiliki relasi yang hangat dan empatik.

  • Menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat (tawasuth), toleran (tasamuh), dan berimbang (tawazun) melalui rasa cinta kepada diri sendiri, sesama, lingkungan, serta Bangsa dan Negara.

Dengan demikian, MANU Putri Buntet Pesantren mencetak lulusan yang tidak hanya Cerdas secara intelektual (melalui Kurikulum Merdeka dan Deep Learning) tetapi juga Berkarakter Kuat dan Berakhlakul Karimah (melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan tradisi pesantren).

Bagikan :